Laman

Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Juli 2010

berharap ada kesempatan kedua

ngedenger temen gue banyak yang dapet kedokteran, gue jadi sedikit menyesal untuk membiarkan ITB. sedikit menyesal, harusnya waktu itu lepas aja ITBnya. lagipula kan udah ada IPB. ilmu komputer, lagi. well, gue salah satu dari 5 orang yang keterima di situ.jadi, lumayan banget kan tawaran kaya gitu??

padahal gue udah daftar snmptn. sebelum pengumuman ITB bikin gue pusing. tes snmptn, gue daftar teknik elektro UGM. impian terbesar gue selama setahun ini. tapi gue melepas, karena waktu itu, pada tanggal yang sama saat tes snmptn, gue harus ke ITB kalau gue ngambil ITB. tapi kalau gue ngambil IPB, gue bakal dapet kesempatan buat nyoba kesempatan terakhir gue untuk masuk UGM. universitas impian gue sejak gue ngga ngerti universitas lain. sejak gue ngga ngerti gimana cara ngitung yang bener. sejak gue pertama kali ngeliat UGM waktu gue SD kelas 4. sejak gue ngga ngerti kalau gue harus melewati SD, SMP, SMA terlebih dahulu baru gue bisa kuliah di situ.

Universitas Gadjah Mada, adalah impian saya.

yang sampai saat ini masih belum dapat saya gapai.
mungkin ga akan pernah.

sedikit menyesal, soalnya, kalau mereka bisa, kenapa gue engga bisa masuk elektro??minimal, teknik informatika, deh. pilihan kedua gue.

bener-bener bikin otak gue diselimuti wracksprut, nih. gue sangat tidak bisa berpikir jernih, kalau sekarang yang gue dapet merupakan jalan lain yang udah dikasih dengan sangat indah buat gue.

beda sama yang lain, gue hanya mengeluarkan uang untuk bayar spp, tanpa harus bayar uang masuk yang bisa lebih dari 25 juta bahkan ada yang 55 juta.

dan ada banyak tawaran exchange student yang ditawarin dari beberapa universitas di Jepang.

tanpa gue bisa berpikir, kalau gue di UGM, gue mungkin bakal susah ngurus beasiswa ke jakarta.
tanpa gue berpikir, kalau ke jogja, berarti semakin mahal juga ongkos dari sana ke Bogor.

tanpa gue berpikir, untuk bersyukur :'(



=================================
semakin memberikan semangat setahun ke depan :)

TOEFL, cari beasiswa.

beneran, nih. gue nyoba beasiswa ke korea juga ahh~~

Rabu, 07 Juli 2010

Tuhan berkata lain

waktu buka hape,ada missedcall
62 21 31 92 ** **


Gue sangat yakin gue kenal nomer itu


Buka operamini,buka google.

searching



Gue tersenyum dengan sangat puas


Plus nyesel.
Kenapa ngga gue angkat tadii??? TT__TT






Auditorium pusat study jepang Universitas Indonesia
13 juli 2010
9 am




I'll be there :)



I promise I'll work hard for this time.
I HAVE to go to Japan this year.


And thanks God.aku lebih mempercayaiMu daripada tokek.



Alhamdulillah :')

Selasa, 06 Juli 2010

sekarang bukan tahunnya anak smanti :')

sedikit sedih, sebenarnya.

makasih buat tokek. tokek-annya mengarahkan kalau saya memang tidak akan dipanggil ke sana tahun ini.sampe dua kali gue nyoba tapi hasilnya si tokek berenti pas gue ngomong "engga"

tapi setelah tahu kalau yang bernasib sama bukan cuma gue, sedikit lega. soalnya yang bernasib sama kaya gue lebih pinter dari gue.

haaaahhh~~

ITB, tolong berbuat baiklah padaku.

kalau dengan cara ini aku masih gagal,









mudah-mudahan bisa kesana melalui ITB, membawa nama ITB.

Ganbatte, mon :) Allah masih bersama orang-orang yang menyebut Asma-nya :')



Japan. ini belum tahunku.tapi tahun depan aku akan kesana.





uhm, kayanya taun depan gue juga mau nyoba beasiswa Korea nih.

See??ada banyak jalan jika kau berusaha, kan??? :)

Kamis, 10 Juni 2010

Japan -part 3-

pertama-tama, maaf baru bisa ngepost lagi tentang fanfict ini. baru punya waktu. padahal fanficnya udah selesai dari akhir tahun 2009 kemaren.
jadi, sekarang gue lanjutin. kalo ada yang ketinggalan, bisa di buka
part 1 >> disini
part 2 >> disini

*****************************************
- Restoran Korea, Tokyo-

"Kami datang!" Jungmin berteriak saat Ia melihat Young Saeng, Kyu dan Hyun Joong berjalan menghampiri kami. Jungmin tersenyum lebar. tapi hal yang sama tak aku temukan si raut wajah ketiga orang ini. mereka tersenyum, tetapi senyum yang dipaksa.

"Hey, mana maknae kita? di mana dia?masih belum datang juga?" Tanya Jungmin.

"Maaf, tetapi mungkin dia tidak akan datang malam ini" Kata Hyun Joong sambil menatapku. ekspresi wajahnya datar. tiba-tiba tangannya bergerak dan menarik tangan Jungmin. "Ikut aku"

Jungmin terlihat sedikit bingung saat Hyun Joong oppa menarik tangannya dan membawanya pergi ke ruangan lain di restoran ini.

"Fumiko, aku harap kau baik-baik saja malam ini" Kata Kyu dengan senyumnya yang lebar.

"Ah, aku?baik, terima kasih" Kataku.

"Maafkan Hyung Joon karena tidak datang malam ini. dan maafkan kami karena Hyun Joong dan Jungmin harus meninggalkan kita, tetapi mereka berdua akan kembali" Lanjut Kyu.

"Kami sudah menyiapkan beberapa hidangan untukmu. mari, ikut denganku" Kata Young Saeng sambil mengulurkan lengannya.

aku ragu, tetapi lengan Young Saeng masih mengulur. Kyu tersenyum saat melihat raut wajahku yang, aku yakin, sangat terlihat ragu-ragu. perlahan aku memegang lengan Young Saeng yang kemudian membawaku ke sebuah meja yang sudah menghidangkan beberapa makanan Korea. Young Saeng menarik kursi dan mempersilakanku duduk.

Namun mataku masih mencari sosok Jungmin dan Hyun Joong. tetapi yang ku lihat hanya sosok Hyun Joong yang berjalan sendiri, tanpa Jungmin mengikutinya.

"Aku kembali. ah, ya. Fumiko, maafkan, karena Jungmin baru saja meminta ijin untuk pergi. manajer kami memanggilnya" Jelas Hyun Joong.

"Tetapi masih ada kami, kan? ayo makan" Kata Kyu.

"Oh ya, tentu, makanlah sepuasmu. bolehkan aku memperkenalkan setiap masakan yang akan dihidangkan? yang pertama...."

aku sudah tidak fokus untuk mendengar penjelasan Hyun Joong dan makanan Koreanya itu. Aku berpikir sepertinya ada sebuah kejanggalan di sini.

"Maaf. bolehkan aku menanyakan sesuatu?" Tanyaku.

Hyun Joong, Kyu dan Young Saeng saling bertatapan.

"Hmm, tentu. Apa itu?" Tanya Hyun Joong.

"Aku khawatir dengan Hyung Joon oppa. Apakah dia sakit?" Tanyaku.

Hyun Joong tersenyum. tetapi aku melihat raut wajah yang berbeda pada wajah Kyu dan Young Saeng. Tetapi sedetik kemudian mereka menutupinya dengan senyuman.

"Ada yang harus diselesaikan olehnya dengan manajer. tiba-tiba sekali. tapi mau bagaimana lagi?" Kata Hyun Joong.

"Sudahlah, mari kita bersulang untuk Fumi. tanpa dia, mungkin aku sudah menjadi gelandangan karena tidak juga ditemukan oleh kalian" kata Young Saeng. Kami tertawa mendengarnya. "Bersulang!"

"BERSULANG!"

ya, ada yang mereka sembunyikan dariku. tapi, aku kan bukan siapa-siapa mereka.

-To be CONTINUED-

minggu penuh .... penuh .... perjuangan :)

pertama-tama, gue harus bersukur, sangat!
waktu hari selasa, gue liat pengumuman UMB. hasilnya, gue nggak keterima. besoknya, waktu pagi-pagi dan lagi nggak mood buat pergi les, gue dapet info kalo pengumuman ITB dimajuin jadi hari itu. awalnya gue maki-maki diri sendiri.gue masih nggak bisa nerima pengumuman sebelumnya, tapi gue ternyata harus ngedenger pengumuman ITB??????

sorenya, waktu gue sampe Quin, anak-anak pada heboh sama pengumuman ITB.sampe gue dibikin nggak konsen sama soal bahasa Inggris yang ada di depan gue.

akhirnya gue memutuskan buat nyuruh adek gue bukain pengumuman saking penasaran.

dan waktu gue solat ashar, ada sms.

>> gue keterima ITB

dan lo kira gue seneng keterima ITB????? boro-boro!ada juga gue kelimpungan dari kemaren gara-gara harus milih antara ilmu komputer IPB atau Meteorologi ITB.

ngga keterima bingung, keterima banyak juga bingung. haaaaaaaaahhhh~~~~~

biarin aja ah ITBnya.nanti diurus.

kedua,
hari selasa kemaren gue pergi ke kedubes rame-rame. bertujuh, plus pas sampe sana ketemu sama jani, jadi ber 9 (soalnya si Jani bareng sama cowonya).

dan akirnya, gue memutuskan buat milih jalur kimia setelah sebelum gue milih banyak yang berdebat. yang satu minta ditemenin tes fisika, yang satu ngeledekin gue gara-gara gue berencana ngambil kimia. hahahahaha.

dan perjalanan hari selasa kemaren, adalah buah keberhasilan dan kesabaran dari kita bertujuh.bayangin aja, seninnya kita dateng ke sekolah pagi-pagi, selesai fotokopi dan nyerahin ke TU jam 8, eh sampe jam 10, legalisirnya belom ditandatangan sama pak kepala sekolah. padahal gue udah bilang sama orang TUnya kalo gue butuh tuh legalisir saat itu juga.dan ternyata, si bapak rapat, dan ropot kita, belom ditandatangan dan digeletakin bagai anak pungut di sudut meja dia.

kibishii~~~~~

dan lebih parahnya lagi, waktu kita makan siang trus balik lagi ke sekolah, ternyata si bapak malah pulang!!!!!!

haaaaaaahhhhhh~~~~~~~

untungnya ada guru yang perhatian sampe nelpon si bapak buat balik lagi. sayangnya waktu si bapak balik, gue lagi les. padahal gue pengen liat tampang si bapak waktu minta maaf. kan jarang-jarang si bapak minta maaf ke muridnya. huahahahahaha xD


cuma pengen bisa kuliah di Jepang, kok ^^

Selasa, 16 Februari 2010

Japan part 2

- Hari yang sama, malam-

Young Saeng mengirimkan pesan singkat tadi. Katanya aku harus bersiap-siap. dan sekarang, inilah aku. berpakaian seadanya. Lagipula, apa yang harus aku pakai? padahal cuaca sudah mulai dingin karena sudah mulai memasuki musim salju. setidaknya, yang aku pakai bukan pakaian harajuku yang, kalau dipakai buat makan malam bareng SS501, bakal keliatan norak banget.
Lumayan lah, malam ini. Seenggaknya aku gak perlu susah-susah bikin makan malam kagi. tapi tetep aja, ini bukan makan malam biasa. tapi makan malam bareng SS501. dan bakal makan malam bareng sama salah satu membernya yang udah lama aku sukai.
Park Jung Min.
Ketemu orang itu tadi siang aja udah bikin deg-degan minta ampun. belum lagi waktu dia ngomong pake bahasa Jepang. rasanya kaya..
Ting tong!
wah, tumbel belnya nyala! biasanya mana ada yang bunyiin bel. bukan karena rusak, tapi emang jarang banget yang datang ke apartemenku.
aku melangkahkan kakiku mendekati pintu dan dengan perlahan aku membuka pintu. aku sedikit terkejut saat aku melihat siapa yang berada di depan pintu apartemenku.
"Ah, ternyata benar kau! Maafkan Hyung Joon karena dia tidak bisa menjemputmu. Sebagai gantinya aku yang akan mengantarmu sampai ke tempat tujuan!" katanya dengan bahasa Jepang dan dengan raut wajah yang sangat cerah.
Aku terdiam. Raut wajahnya yang semula cerah, tiba-tiba saja berubah menjadi bingung.
"Fumiko?" Tanyanya.
Aku tersadar. "Oh, maafkan aku"
Orang itu tersenyum. "Tak apa. Sudah siap?"
"Tentu" jawabku sambil membalas senyumnya.
Jungmin berjalan di depanku. Badannya tegap. Dia lebih tinggi dariku. Mungkin sekitar 15 cm. Mandangin dia dari belakang bikin deg-degan sendiri nih. Menyebalkan.
"Fumiko"
Lagi-lagi aku melamun hingga tidak sadar bahwa aku sudah berdiri di sebelah sebuah mobil. Jungmin menyadarkanku.
"Kau tidak apa-apa? Apa kau baik-baik saja?"
"Aku tidak apa-apa. aku baik-baik saja" kataku sambil tersenyum.
Jungmin tersenyum. "Ayo masuk"
Jungmin membukakan pintu mobil untukku dan kemudian dia masuk melalui pintu lainnya. Mobil seketika berderum dan mulai berjalan. Tanpa sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikan kami sedari tadi.

******************************


Senin, 15 Februari 2010

Japan

Masih capek abis pulang sekolah. Tapi karena keinget ada yang request nyuruh
aku buat nulis fanfic-ku, jadi sekarang aku nulis fanfic yang aku tulis di buku.
tadinya sih cuma iseng. eh ternyata selesai juga. tapi entahlah kalo yang
di blog ini. hehe.
cekitot, ah!!
**********************************************************************
"Fumiko, sepagi ini kau sudah harus berangkat?." Aku sedang berjalan menuruni tangga sambil membetulkan letak sarung tanganku ketika ketika tiba-tiba kalimat itu mengejutkanku. Aku menoleh ke arah asal suara itu.
"Oh, Bu Kimamura. Ya, ada yang harus aku kerjakan terlebih dahulu dengan temanku."
Ibu paruh baya itu tersenyum. "Baiklah, hati-hati di jalan"
Aku mengangguk. "Aku pergi dulu."
Bu Kimamura ialah wanita paruh baya yang tinggal satu lantai di bawah apartemenku. suaminya telah meninggal, sementara anaknya yang satu tahun lebih tua dariku pergi meninggalkannya. dan hanya ada aku yang bisa menemaninya setelah aku pulang. sementara penghuni apartemen yang lainnya, mereka adalah pekerja kantoran yang baru pulang saat malam tiba.

************************

Aku sedang asik melahap dango-ku ketika tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku. Aku menoleh sambil melahap dango terakhirku. Hampir saja aku tersedak saat aku melihat siapa yang berada di depanku.
"나 좀 도와 줄래? 난 여기서 꺼져.
"残念?" Kataku dengan bahasa Jepang setelah aku menelan dango-ku.
"uhm..Can you speak english?because I can't speak japan"
"Sure"
"Well, I get lost here. can you help me?"
"Sure. What can I do for you?"
"Can you help me to find my friends? I've been with them but suddenly we are separate and now I cant find my friends"
Friends? Temen-temen? lebih dari satu dong! Jangan-jangan..
-penggunaan bahasa Inggris, bahasa Jepang dan bahasa Korea diubah jadi bahasa Indonesia biar ngerti-
"Anda..Young Saeng SS501, kan?"
"Kau mengenaliku?"
Aku tersenyum sambil mengangguk. "Aku akan membantumu"
"Ah, aku tahu bahasa jepang untuk kata ini. Arigatou"
Aku tertawa mendengar ucapan Young Saeng sementara dia tersenyum malu.
Kami menelusuri sepanjang pertokoan. saat tiba-tiba aku mendengar seseorang yang meneriakkan nama YoungSaeng.
"Young Saeng!"
Young Saeng menoleh.
"Hey kalian!"
Empat laki-laki yang tadi memanggil YoungSaeng berlari mendekati kami.
"Kemana saja kau tadi? Kami berkeliling mencarimu" Kata Kyu.
"Handphone-mu. Kenapa kami telfon tidak aktif?" Tanya Hyun Joong yang
terlihat sangat cemas.
"Maafkan aku. Aku baru sadar kalau baterai handphone-ku sudah habis."
Aku terdiam antara bingung bercampur shock. Bingung karena aku tidak
mengetahui apa yang mereka katakan, dan shock karena laki-laki yang barada
di hadapanku sekarang adalah member SS501, salah satu boyband Korea favoritku.
tiba-tiba salah satu dari mereka menyadari keberadaanku.
"Pasti kau yang membantu Young Saeng kami" Tanyanya dalam bahasa
Jepang dengan sangat lancar. Jung Min.
"Oh, kebetulan dia memintaku membantunya untuk mencari kalian. kebetulan
aku sedang tidak sibuk, jadi kubantu saja" Kataku dengan bahasa Jepang.
"Aku benar-benar kesulitan tadi saat mencari orang yang dapat berbahasa
Inggris. Aku telah menanyakan kepada lebih dari lima orang dan orang yang
kutanyai tidak dapat berbahasa Inggris. Dan untunglah aku bertanya padanya
dan ternyata dia dapat berbahasa Inggris." Kata Young Saeng.
"Young Saeng, sebaiknya kau belajar dengan Kyu atau Jungmin bahasa Jepang.
jadi lain kali jika kau tersesat lagi kau tidak perlu susah payah mencari orang sebagai
penerjemah" Kata Hyung Joon.
"Maafkan aku" Kata Young Saeng.
"Ah sudahlah kau tidak perlu meminta maaf" Kata Hyun Joong.
"Aku benar-benar berterima kasih padamu. entah apa yang harus aku lakukan
untuk membalas kebaikanmu hari ini" Kata Young Saeng.
"Ah, ngga usah. Aku ikhlas membantumu"
"Tunggu, bukankah manajer bilang nanti malam kita akan pergi ke restoran?
Bagaimana kalau kau ikut dengan kami?" Tanya Hyung Joon.
Aku terkejut.
"Tenang saja, aku akan menjemputmu. Nanti malam kau harus datang.
Bolehkah aku tahu dimana rumahmu?" Tanya Hyung Joon. dia menatapku
lekat. entah sihir apa yang membuat aku melontarkan alamat apartemenku
dengan sendirinya.
"Rumah, eh apartemenku dua blok dari sini"
"Baiklah, tunggu kami nanti malam." Kata Hyung Joon sambil tersenyum.
Mereka berlima mengucapkan terima kasih dan pergi meninggalkanku
yang masih berdiri terpaku.
"Barusan mimpi ya?kok kayaknya nyata banget? barusan beneran abis bantuin
Young Saeng, ngga sih? Trus ketemu sama SS501. pasti aku habis bermimpi. Pasti"
Buk!
"Maafkan kami, oneesan. Aku tidak sengaja melempar bola itu"
Aku melihat bola yang menggelinding setelah bola itu mengenai kepalaku. Sakit!
"Maafkan kami. Bisakah kau melemparkan bola itu untuk kami?"
Ini bukan mimpi!
Aku melemparkan bola yang tadi mengenai kepalaku. kepalaku terlalu sibuk
berpikir untuk membedakan apakah kejadian tadi nyata atau tidak hingga aku
tidak mendengar anak kecil itu mengucapkan terima kasih.
Oh tidak! ternyata itu bukan mimpi!

-Part.1_end-
minami@natsunihanabitaikai.blogspot.com