Laman

Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Agustus 2010

Rei - chapter 2

Senin

"Aaaaaaaa!"

seketika aku bangun dari tidur dengan keadaan terengah-engah. perlahan aku mengatur nafasku.

mimpi apa-apaan itu tadi?seumur-umur bahkan aku belum pernah berpikir seperti mimpi semalam. mimpi semalam seperti sebuah cerita yang mengalir begitu saja dalam semalam dan terlihat sangat nyata.

"Rei, kau sudah bangun?"

"Ya, aku sudah bangun, bu"

"Ibu sudah menyiapkan sarapan untukmu.ayo cepat mandi dan bergegaslah"

aku menghela nafas.masih mengingat mimpi semalam.

sungguh, semalam terasa seperti mimpi yang nyata. tentang aku sebagai seorang mahasiswi, aku bekerja di sebuah cafe, dan aku menemukan pasangan hidup? oh, tidaaaaakkkkk!!!

"REEEEEIIIII!!!!"

"Baik,bu"

-----------------------------

Hari yang sama, siang hari

"Perkenalkan, nama saya Matsumoto Rei. Senang berkenalan dengan kalian. mohon bantuan kalian semua" Kataku sambil membungkuk.

Hari ini memang bukan hari pertamaku menjadi seorang mahasiswi.tapi lagi-lagi aku harus mengucapkan kata-kata itu entah yang ke berapa kalinya.

"Perkenalkan, nama saya Matsuda Yuki.."

Aku sudah mengetahui nama laki-laki itu. Aku tak sengaja membaca namanya saat ia sedang menuliskan namanya di bukunya. tidak, aku sengaja melihat saat ia menuliskan namanya. aku sangat penasaran dengannya saat itu. tidak, aku tidak menyukainya. tetapi beberapa hari, aku mulai mengetahui sifatnya. ia sangat baik. seperti seorang pangeran, ia tampan. memiliki kharisma yang tidak dimiliki oleh orang lain.

sejak saat itu, aku menyukainya. dan aku akan terus menuliskan kisahku tentangnya.

kisah yang akan aku ceritakan tidak akan seindah kisah-kisah seperti putri salju dan sejenisnya. lihat saja apa yang aku awali, aku menceritakan tentang mimpiku, tentangku bersama orang lain.

"Rei, kau sudah mengetahui jadwal kuliah kita minggu ini?" Tanya Aoki, ia salah satu temanku.

"sudah, tentu saja.kau ingin melihatnya?"

"Oh, syukurlah. terima kasih"

Aku hanya tersenyum dan kembali memandang Matsuda. sesekali memandang yang lain, agar aku tidak ketahuan oleh teman-temanku bahwa aku menyukainya.

"Baiklah, teman-teman. pertemuan ini akan aku buka. perkenalkan, saya Ken Saito. saya yang akan menjadi ketua kalian"

saat itu kami sedang berkumpul di salah satu taman di universitas kami. mendengarkan entah apa. aku tidak mendengar apa yang Saito katakan setelah itu.

yang aku pikirkan saat itu hanya Matsuda.

-----------------------------

Pagi. 4 hari setelah itu. Coba kau tebak hari apa! hahaha.

"Ahh~~ aku pikir aku terlambat~~" Kata Aoki.

Aku tertawa kecil saat melihat Aoki terengah-engah di depan pintu.0 "masih tiga menit lagi sebelum bel"

"Benarkah?Hahh~~" Aoki menghela nafas lega.

"Aoki-chan, sebaiknya kau jangan berada di..."

"Maaf, bisakah kau tidak menghalangi pintu?" Kata seseorang.

Aku melihat sosok orang itu dari kursiku dan terperangah. Sepertinya aku pernah melihat orang itu.

"Oh, maaf, aku akan pergi dan duduk di kursiku" Kata Aoki sambil menunduk meminta maaf dan seketika itu juga berjalan ke kursinya di sebelahku.

Laki-laki itu tinggi. mungkin sekitar 180 cm. kulitnya sedikit coklat. tidak, dia tidak buruk. memang kulitnya yang coklat itu memperlihatkan bahwa dia bukan orang Tokyo, atau kota-kota besar lainnya. tapi dia memiliki tulang wajah yang membuatnya terlihat gagah.

sungguh, sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat.

"Rei" Aoki menyadarkanku dari lamunanku.

"Oh, maaf.aku sedang berpikir tadi"

"Tidak, bukan itu. aku ingin meminjam catatanmu" Kata Aoki.

Aku terdiam. rupanya aku salah menduga. "Tentu saja"

Aoki tersenyum sambil mengambil buku catatanku dan kemudian mencatatnya.

kini aku mengingatnnya.

Kazuho. Mimpi itu.

Tidak, namanya pasti bukan Kazuho.

Aku yakin.

-------------------------

Selasa

Aku sedang berjalan bersama Rin, saat aku melihat Aoki sedang berjalan bersama Yuki. Aku tahu kalau mereka tidak memiliki hubungan apapun. Tapi mereka merusak segalanya hari itu.

Maaf, aku tidak sedang dalam keadaan yang baik untuk menuliskan kisah hari ini.

-------------------------

Aku lupa hari ini hari apa

Namanya Kiyomizu. Kiyomizu Jun.

---------------------------------------------------

Minggu, 22 Agustus 2010

Rei - bagian 2 (akhir)

berminggu-minggu Yamada dan Kazuho tidak mengunjungi cafe. kami sedang menghadapi beberapa ujian. aku juga sibuk belajar ditengah-tengah waktu saat tidak ada pengunjung dan setelah cafe tutup.

saat itu setengah jam sebelum cafe tutup. aku sedang membereskan meja saat pintu cafe terbuka. Yamada dan Kazuho.

"Selamat datang" Kataku sambil menunduk.

"Hai, Rei!" Kata Kazuho sambil melambai. Yamada tersenyum. Aku menghampiri mereka. "Silahkan duduk. Kalian ingin memesan apa?" Tanyaku.

"berikan aku blueberry cake. aku sangat lapar" Kata Kazuho.

"Yamada-san?"

"A, aku, bisa berikan aku jus kiwi?"

"Tentu, pesanan kalian akan datang lima menit lagi" Kataku sambil berbalik dan pergi menuju dapur. tidak lama aku kembali sambil membawa pesanan mereka.

"Kami tadi sengaja mampir ke sini. Yamada ingin menemui seseorang katanya" Kata Kazuho sambil tertawa jail. Yamada menyikut tangan Kazuho.

"Oh,ya? Wah, Yamada-san, siapa yang ingin kau temui?" Tanyaku dengan tenang. padahal sebenarnya jantungku berdegup sangat kencang saat menanyakan itu.

"Oh,itu.."

Pintu cafe terbuka. kami memandang ke arah pintu dan melihat siapa yang datang. Yamada berdiri saat mengetahui siapa yang datang dan bergegas menghampiri wanita itu.

"Siapa dia?" Tanyaku.

"Dia? dia teman Yamada sejak kecil"

"Kekasihnya?"

Kazuho mengangguk.

Yamada menarik tangan kekasihnya dan memperkenalkannya pada kami "Ini kekasihku, Megumi. Megumi, ini Kazuho dan Rei. kazuho adalah sahabatku yang sering kuceritakan. dan Rei, dia teman sekelasku yang bekerja di sini"

"Senang berkenalan dengan kalian, Kazuho dan Rei. maafkan kalau selama ini Yamada merepotkan kalian"

"Tidak, sama sekali tidak" Kata Kazuho.

"Baiklah kalau begitu. sepertinya aku dan Megumi harus pergi meninggalkan kalian berdua"

"bye, Yamada" Kata Kazuho.

"Terima kasih atas kedatangan kalian" Kataku sambil menunduk. Aku mengamati mereka berdua hingga mereka benar-benar menghilang dari pandanganku, tanpa sadar bahwa Kazuho mengamatiku.

"Rei"

Aku melihat ke arah Kazuho. Ia tampak sedikit terkejut.

"Matamu. Kau menangis"

Aku terkejut dan memeriksa mataku yang telah basah. terlanjur. Kazuho sudah melihat bahwa aku menyukai Yamada.

"Kau, ternyata selama ini kau menyukai Yamada?"

Perkataan Kazuho membuatku tidak dapat membendung perasaanku lagi. dadaku terasa sangat sakit hingga air mataku tidak dapat berhenti keluar. kakiku terasa sangat lemah hingga aku terjatuh. Kazuho menahanku saat aku terjatuh.

"REI! maafkan aku. sungguh maafkan aku"

Tangisku semakin pecah saat tangan Kazuho memegang pundakku, tetapi hal itu malah membuat Kazuho memelukku.

"Tolong jangan menangis. sungguh aku tak ingin melihatmu memangis" Kazuho memelukku dengan sangat erat. Tapi aku masih tidak dapat menghentikan tangisanku yang semakin kencang.

Malam itu, Kazuho mengantarku pulang. Ia merasa bersalah telah membuatku menangis. padahal saat itu, semua bukan kesalahan Kazuho. Semua itu salahku.

---------------------

"Pagi, Rei!" Sapa Kazuho.

"Pagi. Kazuho-san, kau terlihat bahagia sekali pagi ini"

Kazuho tertawa. "Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat sabtu besok"

"Tidak bisa, lagipula besok aku harus bekerja di.."

"Tidak apa-apa.aku sudah meminta ijin dari pemilik cafe tempatmu bekerja. dan dia mengatakan kau dapat pergi denganku besok. bagaimana?" Tanya Kazuho sambil tersenyum.

"Baiklah" Kataku sambil membalas senyumannya.

---------------------

Aku menunggu di depan apartemenku siang itu. mengenakan pakaian terbaikku. tidak lama sebuah motor menghampiri.

"Kau sudah menunggu lama?" Tanya Kazuho.

"Tidak" Kataku.

"Baiklah kalau begitu, ayo naik" Kata Kazuho sambil menyuruhku naik atas ke motornya.

Kazuho menyalakan motornya. suara motor itu berderu kencang dan pergi meninggalkan apartemenku.

ternyata Kazuho mengajakku ke taman bermain. kami bersenang-senang di sana. rollercoaster, rumah hantu, gulali, boneka beruang, dan masih banyak lagi. di tempat itu, kami tertawa. hanya untuk kami berdua.

matahari mulai tenggelam dan Kazuho mengajakku untuk pergi meninggalkan taman bermain. motor yang dikendarai oleh Kazuho ternyata tidak mengarah ke apartemenku.

"Kazuho, ku ingin mengajakku kemana?"

"Nanti kau akan tahu"

Aku lebih memilih untuk tidak bertanya lagi dan membiarkan Kazuho mengarahkan motornya sendiri.

--------------------

"Dulu, saat rumahku masih berada di dekat sini, aku sering pergi ke tempat ini saat malam datang. disini aku bisa melihat kota tokyo secara jelas" Kazuho menatap pemandangan dari bukit ini. kota Tokyo terlihat sangat indah jika melihatnya dari sini. Kazuho duduk dan bersandar pada satu pohon. aku duduk di sebelahnya.

"Aku sangat merindukan tempat ini. dapatkah kita di sini lebih lama? aku sudah memesan penginapan di dekat sini" Kata Kazuho. aku menatapnya penuh dengan ketidakpercayaan. kazuho tertawa saat melihat ekspresiku. "Tenang saja, aku memesan dua kamar"

perasaanku sedikit lega mendengarnya.

"Aku tidak akan menyakitimu lagi" Kata Kazuho.

"Tidak, kau belum pernah menyakitiku sama sekali. itu salahku" Kataku.

Kazuho menggenggam tanganku. "Izinkan aku menjadi malaikat penjagamu"

Jantungku berdegup.

"Izinkan aku untuk terus menjaga dirimu, Rei"

"K, kau.. "

"Ya, aku tahu kalau kau menyukai Yamada. tapi aku tidak bisa membiarkan perasaan ini. walaupun aku tahu kau akan menolakku, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu dan akan selalu menjagamu"

Jantungku berdegup semakin kencang.

"Aku.."

"Maafkan atas kelancangan mulutku" Kazuho melepas genggamannya.

Kami berdua terdiam. hanya terdengar bunyi jangkrik. pikiranku melayang. selama lebih dari lima menit kami terdiam.

entah apa yang membuat saat itu aku menggerakkan kepalaku dan bersandar di bahunya.

"Jadilah malaikat penjaga hatiku agar tidak lagi mencintai Yamada"

"Baiklah. Pegang janjiku. Aku tidak akan meninggalkanmu. Jika aku pergi, maka aku akan kembali ke sisimu" Tangan Kazuho melingkari bahuku. membuat malam ini terasa hangat dan aman. dengan seorang malaikat berada di sampingku.

------------------

Mulai hari itu, Kazuho tidak masuk kuliah. Saat aku bertanya kepada Yamada, ternyata Kazuho pergi ke Paris untuk kuliah di sana. Dia melakukan itu tanpa memberitahuku. saat itu juga aku merasa dibohongi olehnya. tetapi malam itu juga, sebuah sms masuk ke handphoneku.

"Maafkan aku tidak memberitahumu sebelumnya. Aku takut kau tidak merelakanku pergi. Aku pergi ke Paris untuk belajar. Kau ingat janjiku,kan? Aku akan kembali ke sisimu"

aku tertawa kecil saat membacanya. aku membalas pesannya.

"Bodoh, mana mungkin aku tidak akan merelakanmu pergi untuk belajar! Ya, tentu saja aku ingat itu. dan aku mempercayainya"

kirim

------------------

"Rei! sejak kapan kau berpacaran dengan pengeranmu itu?? ayo beritahu aku!" Kata Miya suatu hari.

"Kau tahu darimana?"

"Ayumi memberitahuku saat ia melihat facebookmu"

"Jadi Ayumi sudah mengetahuinya?"

Miya mengangguk.

"Rei..kenapa kau jahat sekali padaku sampai aku tidak tahu kalau kau sedah berpacaran dengan pangeranmu itu???" Tanya Miya sambil memukul pelan tanganku.

"Berhenti memanggilnya 'pangeran'. dia punya nama"

"Bahkan kau tidak memberitahuku namanya. Kau jahat sekali"

"Namanya Kazuho"

"Ah, kalau begitu ajak dia kemari"

"Tidak bisa"

"Bagaimana mungkin tidak bisa? saat itu kau memberitahuku kalau dia teman sekelasmu"

"Bagaimana caranya kau menyuruhku membawanya dari Paris?"

"PARIS?! maksudmu, Paris di Perancis itu?"

Aku mengangguk.

"Oh, Rei, kasihan sekali. Bagaimana mungkin dia setega itu meninggalkanmu sendirian di Tokyo yang penuh dengan kejahatan?"

"Aku baik-baik saja, Miya. sebelum ada dia, toh aku dapat menjaga diriku sendiri. lagipula aku yakin dia akan kembali ke Tokyo" Aku tersenyum.

Ya, aku percaya itu.

------------------------------------------------------------------------------------------------------
wow, gue menyelesaikan cerpen ini dalam waktu 6 jam. sedikit ngga percaya karena ini cerpen tercepat yang pernah gue buat.

semoga kalian menikmati cerpen ini. maaf kalau ada tulisan yang salah. hehehe maklum.

cerpen - Rei

14 februari

seluruh orang di kota ini sedang merayakan hari valentine dengan meriah. aku dapat melihat dengan jelas warna merah muda mendominasi seluruh kota. balon, boneka beruang, baju-baju yang mereka kenakan, para gadis muda yang membawa-bawa coklat untuk diberikan kepada pria yang mereka sukai, dan banyak lagi. tapi tidak buatku. 14 februari menandakan bahwa aku akan bekerja dengan keras di cafe hari ini.

aku sedang berjalan di antara pertokoan kota tokyo menuju cafe tempatku bekerja, hingga tiba-tiba..

"nona, apakah Anda ingin diramal? Anda tidak usah membayar"

seorang nenek tua bertudung gelap menghalangi langkahku.

"ah, maaf. aku sedang terburu.."

"baiklah, kalau begitu ambil salah satu gulungan dalam kotak ini"

aku ragu saat nenek itu mengulurkan kotak kaca berisi gulungan kecil yang banyak. aku teringat bahwa aku sedang terburu-buru saat itu. aku bergegas mengambil salah satu dari gulungan itu.

nenek itu tersenyum padaku setelah aku mengambil salah satu gulungan ramalan. ia berbalik dan meninggalkanku. aku penasaran hingga mataku tertuju pada gulungan kecil ini. namun saat aku melihat kembali ke arah nenek itu, ia sudah menghilang.

-------------

"Maafkan aku karena aku terlambat" kataku

"Sudahlah, tidak apa-apa. hari ini kan hari paling bahagia bagi semua orang. buat apa aku harus memarahimu?" Kata Ayumi. Ia pemilik cafe ini. hebatnya, Ia membuat cafe ini setelah ia lulus dari jurusan tata boga tahun lalu, dan hanya terpaut tiga tahun dari umurku. "Rei, apa yang kau pegang itu?"

"oh, tadi aku bertemu dengan seorang peramal, lalu ia memberikan ini padaku"

"Sudah kau buka?" Tanya Miya, yang bekerja menjadi pelayan sepertiku. aku menggeleng. "Kalau begitu, coba kau buka"

perlahan aku membuka gulungan ramalan itu. Ayumi dan Miya mendekatiku untuk melihat apa isi dari ramalan itu.

di gulungan itu tertulis.

"pria pertama yang memasuki tempat kerjamu, adalah pangeranmu"

"REI!!!! Kau akan menemukan cintamu di sini! romantis sekali... " Kata Ayumi sambil memelukku.

"Ah, Rei. aku iri padamu, sungguh" Kata Miya.

"Aduh, Ayumi, tolong lepaskan tanganmu. lagipula kan belum tentu ramalan ini benar" Kataku.

"Apa?! kau meragukan isi ramalam ini?" Kata Ayumi sedikit shock.

"Lagipula apa kau percaya kalau yang memberikannya seorang nenek bertudung gelap?"

"Aku percaya. lagipula kalau kau pergi ke tempat ramalan biasanya, hasilnya tidak terjadi" Kata Miya.

"Ah, dua menit lagi cafe kita akan buka. Rei cepat ganti bajumu. Miya cepat berjaga di depan. Aku akan membuat beberapa bahan di dapur"

aku bergegas mengganti bajuku dengan baju pelayan di ruang ganti.


suasana di cafe sangat ramai. aku dan Miya sibuk kesana-kemari untuk melayani pelanggan.

"Rei, apakah kau menyadari sesuatu?" Tanya Miya saat tidak aja pengunjung yang baru datang dan pengunjung lain sibuk menyantap hidangan. "sejak tadi, orang-orang ynga datang ke sini, perempuan semuanya"

"Lalu?"

"Apa kau tidak mengerti??sudah dua jam kita di sini dan tidak ada sama sekali pengunjung laki-laki yang datang, apa kau tidak menyadari sesuatu??"

"tidak"

"Oh Tuhan, itu berarti, ramalan itu mungkin ada benarnya, Rei"

"Aku masih tetap tidak percaya. Hei itu ada pelanggan. Kau atau aku??"

"aku saja. dan, oh, lihat, Rei, pelanggan wanita lagi"

"Sudahlah, ayo cepat layani mereka"


dua jam berlalu.

"apa kau masih tidak percaya dengan ramalan itu?"

"memang kenapa?"

"sudah empat jam toko ini buka tetapi masih belum ada pelanggan pria yang datang. padahal biasanya saat toko ini buka pasti ada saja pelanggan pria yang datang"

"tidak, aku masih tidak percaya"

"tahu,tidak?aku dan Ayumi bertaruh jika pangeranmu itu datang dalam satu jam dari sekarang, aku menang"

"Ayumi?"

"Dia bertaruh pangeranmu akan datang sekitar dalam waktu tidak kurang dari setengah jam"

"Hei, kenapa kalian malah membuat ini menjadi ajang bertaruh, sih?"

"Rei, ada pelanggan wanita lagi, cepat kau yang layani" Miya menghindari pertanyaanku dan menyuruhku mendatangi salah satu pengunjung yang baru saja datang.


"Selamat siang, saya Rei yang akan melayani Anda, ingin memesan apa?"

"Chocolate latte"

"baik, chocolate latte, ada lagi yang ingin di pesan?"

"aku ingin strawberry chesse cakenya"

"baik, satu strawbeer chesse c..."

"REI!!!!" tiba-tiba Miya berteriak padaku dan menujuk segerombolan pria yang sedang berjalan di depan cafe. aku mengenali mereka. oh, tidak. mereka satu kelas denganku, dan tolong jangan terjadi kalau salah satu dari mereka bakal masuk ke cafe ini.

Mereka berempat. dua diantara mereka aku kenal. Yamada dan Kazuko. aku mengenal mereka dengan baik, bahkan aku menyukai salah satu dari mereka. Yamada. saat itu juga aku sebenarnya sangat menginginkan Yamada yang memasuki cafe ini, lalu aku akan mempercayai ramalan itu. namun ternyata bukan Yamada yang memasuki toko itu. Ia dan kedua temannya menunggu di luar.

Kazuho.

"kau saja yang melayani dia" kata Miya dengan gerakan bibir.

"Tidak bisa. Apa kau tidak melihat bahwa aku sedang melayani pelanggan?"

Miya menghela nafas dan mulai menghampiri Kazuho sementara aku kembali melayani pelanggan ini.

"Maafkan aku. Strawberry cheese cake satu. ada lagi yang bisa kubantu?"

"Tidak. itu saja"

"Baik, pesanan Anda akan siap dalam lima menit" Aku membalikkan badan dan tiba-tiba seseorang mengagetkanku.

"Kau bekerja di sini?"

"Kazuho! Ah, kau mengagetkanku!"

"Oh, maaf. tetapi aku juga terkejut melihatmu bekerja di sini"

"ëhm.. apa kau ingin memesan sesuatu?"

"Oh, ya. tentu saja"

"Baiklah, temanku yang akan melayanimu. Aku harus mengantarkan pesanan" Aku mempercepat langkah menuju dapur.

"Ayumi, chocolate late dan strawberry cheese cake meja nomor 7" Kataku saat memasuki dapur.

Tiba-tiba pintu dapur terbuka.

"Ayumi coba tebak! setelah menunggu empat jam akhirnya ada pelanggan pria yang masuk ke cafe ini, dan sepertinya Rei mengenalnya. satu kue chocolate cheese cake untuk pangeran itu" Kata Miya. Oh sial. kenapa bisa-bisanya dia berkata itu.

"Benarkan itu, Rei? Kalau begitu aku yang menang" Kata Ayumi.

"Oh sial.seharusnya aku mengatakannya setengah jam lagi. dan, oh, dia ingin membawanya pulang dibungkus dengan pita. kau kan satu-satunya yang bisa membuatnya"

"Rei, aku sangat iri denganmu" Kata Ayumi. Miya membisikkan sesuatu di telinga Ayumi. "Benarkah?"

"Oh Ayumi, cepatlah berikan aku pesanan pelanggan itu" Kataku. tetapi ternyata pesanan wanita itu diberikan kepada Miya.

"Meja nomor 7, miya. dan , Rei, aku tidak ingin kau melewatkan kesempatan ini. ini, chocolate cheese cake dan bungkus dengan rapih"

"Oh, tidak. Ayumi.."

"Sudah cepat, Rei. Apa kau ingin dia menunggu terlalu lama?"

Aku tidak ingin mendengar ocehan Ayumi lebih lama sehingga aku memutuskan untuk membungkus kue itu dan memberikannya kepada Kazuho.

"Chocolate cheese cake pesananmu"

"Oh, Rei. Terima kasih"

"Sama-sama. Semoga harimu menyenangkan"

"sampai jumpa besok di kelas" kata Kazuho sambil melambaikan tangan. aku hanya dapat membungkukkan badan dan melihat Kazuho pergi meniinggalkan cafe bersama dengan Yamada dan kedua temannya. Ada sedikit rasa penyesalan mengetahui Yamada sama sekali tidak mneginkjakkan kaki di cafe ini.


Aku menutup tirai jendela terakhir dan mematikan lampu ruangan lalu kembali ke dapur. Miya sedang menyantap hidangan makan malamnya dan Ayumi sedang menghitung pendapatannya hari ini. namun sepertinya dia melihat ekspresi wajahku.

"Ada apa, Rei?" Tanya Ayumi. Miya menghentikan makannya dan melihat ke arahku.

"Tidak, aku baik-baik saja" Kataku.

"Hei, Rei, sepertinya pria itu sangat mengenalimu sampai dia menghampirimu yang sedang melayani pelanggan. Siapa dia?" Tanya Ayumi.

"Oh, dia teman sekelasku"

"Benarkah?" Tanya Ayumi.

"Pantas saja tadi dia yang menginginkan kue itu kau yang berikan" Kata Miya.

"Benarkah?" Tanyaku.

"Jadi apakah kau masih tidak mempercayai ramalan itu?" Tanya Miya. Aku mengangguk.

Ya, tentu saja. jika memang ramalan itu benar, bukan Kazuho yang aku inginkan untuk menjadi pria pertama yang kutemui hari ini. Tetapi Yamada.

-------------------

Yamada dan Kazuho adalah pria yang sangat populer di universitas kami. mereka berdua tidak hanya tampan, tetapi memiliki kharisma tersendiri.

Yamada, dia adalah pria yang sangat pintar. Selama setahun ini, tidak ada dosen yang tidak mengenal dia karena kepintarannya. setahun ini dia satu-satunya yang memiliki nilai sempurna di seluruh bidang mata kuliah. dia juga sangat baik. dia sering membantu kami apabila kami tidak paham. dia juga pernah mengajariku. hanya aku. saat itu aku tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis. saat dosen kami sedang lengah, Yamada menggumamkan jawaban dari soalku agar aku dapat mengerjakan di depan. saat itulah aku menyukainya.

sementara Kazuho. dia adalah pria yang sangat aktif di organisasi. Ia menjadi ketua beberapa organisasi di universitas kami. memang Ia tidak sepintar Yamada, tetapi berkat dia, universitas kami menjadi universitas yang dipandang oleh warga Jepang.

aku sedang melamunkan mereka saat tiba-tiba sesorang mengagetkanku.

"Pagi Rei! Yamada, tahukah kau saat aku membelikan kue untuk ibuku? aku bertemu dengan rei. ternyata dia bekerja di sana"

"oh ya? sejak kapan kau bekerja di sana?" Tanya Yamada. jantungku berdegup dengan kencang saat mereka menatapku bersamaan.

"A, a, aku sudah sekitar setengah tahun bekerja di sana"

"Wah keren. dari dulu aku ingin sekali kerja sambilan seperti Rei" Kata Kazuho.

"Apa yang orangtuamu katakan nanti kalau kau berani mengambil resiko bekerja sambilan?"

"Haha. tenang saja, aku tidak akan melanggarnya. Yamada, kau harus mencicipi kue dari cafenya Rei. aku sudah mnecobanya dan rasanya sangat enak. pantas saja ibuku sering membelinya"

"aku sudah pernah mencobanya. adikku sering membawanya saat pulang dari sekolah"

"kalau begitu, Rei, bolehkah kami sering-sering mengunjungi cafemu? ah, kau pasti sangat beruntung bekerja di sana"

"ehm, tentu saja" oh sial.apa yang aku katakan barusan? jika mereka sering mengunjungi cafe, pasti Ayumi dan Miya akan sangat senang dan menjahiliku lebih sering.

Kazuho tersenyum. Yamada hanya menaikkan kacamatanya.

aku berharap Yamada tersenyum juga mendengarnya.

--------------------

"Tolong katakan kepadaku kenapa tiba-tiba hari ini kau datang dengan pangeranmu?"

"oh, tolong, Ayumi, berhentilah memanggilnya pangeran. dia bukan pangeranku dan kami tidak datang berdua, tetapi bertiga" Kataku di dalam kamar ganti untuk mengganti bajuku dengan baju pelayan.

"walaupun bertiga tetapi tetap saja itu sangat, sangat, oh Rei, kau sangat beruntung"

"Kami bertiga teman sekelas. jadi wajar saja kan kalau mereka datang. lagipula mereka penggemar berat makananmu"

"benarkah?oh Rei, cepatlah, kasihan Miya"

"aku akan lebih cepat kalau kau tidak mengajakku bicara" Kataku sambil keluar dan bergegas keluar.

Aku sedang membuka pintu dapur saat Miya berjalan di sampingku. "Ayo, layani pangeranmu itu"

"Oh, Miya, berhentilah berkata seperti itu"

Miya hanya tersenyum. aku membalikkan badan dan samar-samar terdengar suara Miya menyebutkan menu yang dipesan oleh salah satu pelanggan. aku berjalan menuju meja yang ditempati oleh Yamada dan Kazuho.

"Selamat siang, saya Rei yang akan melayani Anda, ingin memesan apa?"

mereka berdua terlihat menahan tertawa. "Hei, apa yang salah dengan kalimatku? Aku sering mengatakan ini kepada seluruh pelanggan"

"Termasuk kepada kami? Rei, kami kan temanmu. bersikaplah biasa saja di depan kami" Kata Yamada.

jantungku berdegup kencang. "maafkan aku.aku belum terbiasa jika ada orang yang kukenal sedang kulayani"

"sudahlah, aku ingin pesan mocca" Kata kazuho.

"Capucinno" Kata Yamada.

"Baiklah, Mocca dan Capucinno, ada lagi yang ingin dipesan?"

Kazuho menatap Yamada. Yamada menggeleng. "Strawberry juice,satu" Kata kazuho sambil tersenyum.

Yamada menatap Kazuho dengan tatapan bingung."Kau memesan lagi?" Tanyanya.

"Memangnya tidak boleh?"

Yamada mengacuhkan perkataan Kazuho.

"Baiklah, Mocca, capucinno, dan Strawberry juice akan disiapkan lima menit lagi" Kataku dan langsung berbalik dan bergegas memasuki dapur.

"Mocca, capucinno, dan Strawberry juice" Kataku kepada Ayumi.

"Segera datang" kata Ayumi.

"bagaimana perasaanmu tadi?" Tanya Miya.

"a, a, aku. nervous"

"ternyata kau menyukai pangeranmu itu,ya?tertangkap basah kau sekarang" Kata Miya sambil tersenyum jahil.

"bukan, kau salah paham"

"lalu, perasaan itu bukan untuk dia? oh Rei, jangan bilang kalau sebenarnya kau menyukai temannya?" Tanya Ayumi sambil memberikan pesanan.

Aku hanya tersenyum sambil membawa pesanan.

"Mocca, capucinno, dan Strawberry juice pesanan kalian" Kataku sambil memberikan pesanan.

"Rei, duduklah" Kata Kazuho.

Aku sedikit terkejut. "A, aku, tidak mungkin. aku harus melayani pelanggan yang lain"

"Kalau begitu kau menyia-nyiakan strawberry juice pesananku"

"Itu untukku?"

Kazuho mengangguk.

"Ehm, aku akan meminta izin terlebih dahulu"

Aku berbalik menuju dapur, namun baru beberapa langkah, Miya dan Ayumi dari pintu dapur menyuruhku untuk berbalik kembali.

"Kau kuijinkan" Ayumi menggumamkan kata itu.

Aku berbalik dan kembali ke meja Yamada dan Kazuho.

Kazuho tersenyum saat aku kembali mendekati meja mereka. "duduklah" Kata Kazuho.

kemudian kami bertiga mengobrol. aku merasa sangat tidak enak saat melihat Miya sendirian melayani pelanggan. tetapi aku juga tidak bisa meninggalkan meja ini. karena di sini, aku dapat melihat senyuman Yamada. sekitar setengah jam kami mengobrol. hingga mereka meminta ijin untuk meninggalkan cafe. Yamada berjalan keluar terlebih dahulu. Kazuho masih berdiri, ia tersenyum saat aku melihatnya. Ia berjalan mendekatiku.

"Terima kasih, Rei. kami akan mengunjungi cafe ini lagi. sampai jumpa" Kata Kazuho sambil melambaikan tangan.

"Terima kasih atas kedatangan kalian" Kataku.

Tak lama, Kazuho berbalik dan menatapku sambil tersenyum dan mengatakan "Kau terlihat sangat cantik dengan baju itu". Kazuho berbalik dan pergi meninggalkan cafe bersama Yamada.

aku dapat merasakan jantungku berdegup saat Kazuho mengatakan hal itu. Tolong beritahu apa yang terjadi padaku saat ini!!

(To be continued)